android-chrome-512x512 SMK YMIK

LSP SMK YMIK

Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) adalah lembaga pendukung BNSP yang bertanggung jawab melaksanakan sertifikasi kompetensi profesi. LSP SMK YMIK JAKARTA yang dibentuk berbadan hukum dan dibentuk oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan yang diregistrasi oleh BNSP. LSP SMK YMIK JAKARTA mempunyai tugas mengembangkan standar kompetensi, melaksanakan uji kompetensi, menerbitkan sertifikat kompetensi serta melakukan verifikasi tempat uji kompetensi.




android-chrome-512x512 SMK YMIK

Berita

Uji Kompetensi Asesi SMK YMIK JAKARTA

USK, Uji Sertifikasi Kompetensi yang dilaksanakan oleh LSP SMK YMIK JAKARTA untuk Peserta Didik SMK YMIK JAKARTA

android-chrome-512x512 SMK YMIK

Diklat Program Keahlian

Akutansi Keuangan
Lembaga

Skema ini merujuk pada Standar Kerja Nasional yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. 182 Tahun 2013 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Jasa

Bisnis Daring
dan Pemasaran

Skema Sertifikasi KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran merupakan skema sertifikasi KKNI yang dikembangkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) –P1.

Otomatisasi Tata kelola
perkantoran

Kemasan kompetensi yang digunakan mengacu pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Ketenaga kerjaan Republik Indonesia No. 183 Tahun 2016 Tentang Penetapkan Standar Kompetensi Kerja Nasional

Akomodasi
Perhotelan

Skema sertifikasi KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Perhotelan merupakan skema sertifikasi KKNI yang dikembangkan oleh Komite Skema BNSP bersama dengan Direktorat Pembinaan SMK.

Teknik Komputer
dan Jaringan

Skema sertifikasi KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan merupakan skema sertifikasi KKNI yang dikembangkan oleh Komite Skema BNSP bersama dengan Direktorat Pembinaan SMK.

VISI LSP SMK YMIK

Menjadi lembaga sertifikasi profesi yang mampu melaksanakan pengujian keahlian kerja secara professional dan terpercaya




MISI LSP SMK YMIK

  1. LSP SMK YMIK JAKARTA melakasanakan pengujian keahlian kerja sesuai standar keahlian yang dipersyaratkan pada bidangnya
  2. LSP SMK YMIK JAKARTA menerbitkan sertifikat keahlian kerja yang mengacu pada standar kerja minimal
  3. LSP SMK YMIK JAKARTA mendukung peningkatan mutu keahlian para lulusan SMK sesuai program keahlian masing-masing.
  4. Sebagai upaya peningkatan mutu kompetensi para lulusan SMK khususnya lulusan SMK YMIK JAKARTA
  5. menghasilkan tenaga kerja bersertifikat kompetensi yang profesional dan berakhlak mulia
android-chrome-512x512 SMK YMIK

Tujuan

Meningkatkan mutu, karakter dan kompetensi peserta didik pada bidang keahliannya mencapai standar mutu SKKNI dengan melalui proses pengujian dan sertifikasi profesi yang dilaksanakan secara professional. LSP SMK YMIK JAKARTA mempunyai tugas mengembangkan standar kompetensi, melaksanakan uji kompetensi, menerbitkan sertifikatkompetensi serta melakukan verifikasi tempat uji kompetensi. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, LSP SMK YMIK JAKARTA mengacupada pedoman yang dikeluarkan oleh BNSP.

KEBIJAKAN MUTU

LSP SMK YMIK JAKARTA bertekad untuk dapat mensertifikasi profesi bagi seluruh siswa agar para lulusan dapat menjadi tenaga kerja berkualifikasi mencapai sebagai berikut :


  1. Standart mutu SKKNI
  2. Memiliki sertifikat kompetensi keahlian di bidangnya
  3. Komitmen untuk selalu menjaga proses mutu kerja sesuai ketentuan BNSP
  4. Yang selalu berupaya meningkatkan mutu kompetensi kerjanya secara terus menerus.
  5. Memiliki integritas dan meneggakkan etos kerja yang tinggi
  6. Ikut serta dalam menjaga kejujuran atau obyektifitas system pengujian sertifikasi profesi yang diikutinya
  7. Kerja cerdas, kerja jujur dan kerja keras

SASARAN MUTU LSP SMK YMIK JAKARTA

  1. Menjaga terpeliharanya mutu sertifikat lisensi
  2. Menerbitkan sertifikat kompetensi keahlian mencapai minimal 80% dari jumlah siswa
  3. Menyerahkan sertifikat paling lambat 2 bulan setelah pelaksanaan uji sertifikasi
  4. Menghasilkan tingkat keterserapan peserta didik di industry dunia usaha dan dunia kerja mencapai minimal 75%
  5. Memiliki jumlah asesor uji kompetensi minimal mencapai 4 orang per program keahlian